*Ayat Hari Ini*
*Al Qur’an Surat At Tahrim ayat 8 (QS. 66:8)*
_Bab 2 : Taubat_
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ
Terjemah :
*Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya*
*Tafsir Kementerian Agama R.I.*
Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dari dosa besar maupun dosa kecil dengan tobat yang semurni-murninya yang melahirkan perubahan sikap dan perbuatan; mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu yang sudah ditinggalkan secata total dan memasukkan kamu dengan izin-Nya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai tanda kenikmatan yang sempurna, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, ketika dibangkitkan menuju mahsyar; sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, yang bersumber dari iman dan amal saleh mereka, sambil mereka berkata, memohon kepada Allah, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dengan cahaya keridaan-Mu, dan ampunilah, semua kesalahan kami di dunia; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk mengampuni dan menyelamatkan kami dari api neraka.”
Seruan pada ayat ini ditujukan kepada orang-orang beriman yang percaya kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka diperintahkan bertobat kepada Allah dari dosa-dosa mereka dengan tobat yang sebenar-benarnya (tobat nasuha), yaitu tobat yang memenuhi tiga syarat :
- Berhenti dari maksiat yang dilakukannya.
- Menyesali perbuatannya, dan
- bertekad tidak akan mengulangi perberbuatan maksiat tersebut.
Bila ketiga syarat itu terpenuhi, Allah menghapuskan semua kesalahan dan kejahatan yang telah lalu dan memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Pada saat itu, Allah tidak mengecewakan dan menghinakan Nabi saw dan orang-orang yang beriman bersamanya. Bahkan pada hari itu, kebahagiaan mereka ditonjolkan, cahaya mereka memancar menerangi mereka waktu berjalan menuju Mahsyar tempat diadakan perhitungan dan pertanggungjawaban.
Mereka itu meminta kepada Allah agar cahaya mereka disempurnakan, tetap memancar dan tidak akan padam sampai mereka itu melewati sirathal Mustaqim, tempat orang-orang munafik baik laki-laki maupun perempuan memohon dengan sangat agar dapat ditunggu untuk dapat ikut memanfaatkan cahaya orang-orang yang beriman. Mereka juga memohon agar dosa-dosa mereka dihapus dan diampuni. Dengan demikian, mereka tidak merasa malu dan kecewa pada waktu diadakan hisab dan pertanggungjawaban.
Tidak ada yang patut dimintai untuk menyempurnakan cahaya dan mengampuni dosa kecuali Allah, karena Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, berbuat sesuai dengan kodrat dan iradat-Nya.
_catatan ulama yang disalin dari Kitab RIyadush Shalihin_
Para ulama berkata, : taubat itu wajib, dari setiap dosa. Apabila maksiat itu antara hamba dan Allah ta’ala saja, tidak berhubungan dengan hak manusia, maka syarat taubatnya diterima Allah ta’ala adalah ketiga syarat di atas.
Dan apabila maksiat itu tadi berhubungan dengan manusia maka syarat taubatnya ditambah dengan satu syarat lagi yaitu membebaskan diri dari hak orang lain. Apabila hak itu berupa harta atau sejenisnya maka wajib mengembalikan padanya. Apabila berupa tuduhan zina atau sejenisnya aka ia harus memberikan kesempatan kepadanya untuk menghukumnya atau meminta maaf kepadanya. Jika berupa gunjingan, makai a harus meminta kehalalannya daripadanya (dari orang yang digunjingnya).
*Hadits yang disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin*
*Hadits No. 17*
Dari Abu Musa Abdullah Ibn Qais Al-Asy’ari r.a. *dari Nabi saw, Beliau bersabda:*
“Sesungguhnya Allah ta’ala membuka tangan-Nya di malam hari agar bertaubat pelaku dosa di siang hari, dan Allah membuka tangan-Nya di siang hari agar bertaubat pelaku dosa di malam hari sampai matahari terbit dari tempat terbenamnya”
*(HR. Muslim)*
*Hadits No. 19*
Dari Abu Abdurrahman Abdullah Ibn Umar Ibn Al-Khaththab r.a.
dari Nabi, *Beliau (Rasulullah saw) bersabda :*
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai pada kerongkongannya “
*(HR. At Tirmidzi, ia berkata “Hadits Hasan”)*
*Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an*
Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah Swt, sebagaimana dalam firman-Nya di Surat Al Baqarah ayat 185 (Q.S. 2: 185) :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)
*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
“Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
*(HR. At-Tirmidzi)*
Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang rajin membacanya”
*(HR. Muslim)*
*disalin dari sumber :*
– Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/66/8
– Bab 2, Taubat, hal. 46, hal. 47, hal. 49 no. 17, hal. 50 no. 19, Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005
*Penutup*
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.