Bab 1 : Ikhlas (bagian kedua)

*Ayat Hari Ini*
*Al Qur’an Surat Al Bayyinah ayat 5 (Q.S 98:5)*

_Bab 1: Ikhlas, dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan, ucapan dan keadaan yang Nampak mau pun yang tersembunyi_

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Terjemah :

*Padahal mereka tidak disuruh kecuali diperintah menyembah Allah dengan ikhlas, menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama dengan lurus, dan juga agar mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)*


*Tafsir Kementerian Agama R.I*

Di dalam ayat ini terdapat petunjuk tentang wajibnya niat dalam semua kegiatan ibadah, apakah ibadah yang dituju karena Allah seperti shalat, mau pun yang menjadi sarana bagi yang lainnya seperti thaharah, karena keikhlasan itu tidak mungkin tergambar tanpa niat. Ini adalah madzhab jumhur. Da inilah yang haq (benar) tanpa keraguan.

Menjalankan agama dengan hanif maksudnya adalah dengan bertauhid, yaitu menjauhi semua agama dan hanya cenderung kepada agama Islam.

Mendirikan salat dalam ayat ini maksudnya adalah mengerjakannya terus-menerus setiap waktu dengan memusatkan jiwa kepada kebesaran Allah, untuk membiasakan diri tunduk kepada-Nya.

Sedangkan yang dimaksud dengan mengeluarkan zakat yaitu membagi-bagikannya kepada yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah ditentukan oleh Al-Qur’anul Karim.


*Hadits disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi*


*Hadits No. 1*

Dari Amir Al Mukminin Abu Hafsh Umar Ibn Al-Khaththab r.a., ia berkata : “Saya mendengar *Rasulullah SAW bersabda:*
*“Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niat-niatnya*. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya untuk dunia yang dia ingin meraihnya, atau untuk perempuan yang dia ingin mengawininya, maka (nilai) hijrahnya (sebatas) kepada apa  yang dia berhijrah karenanya.”
*(hadits shahih, HR. Bukhari dan Muslim)*

*Hadits No. 3*

Dari Aisyah r.a., ia berkata : *Nabi SAW bersabda:*
Tidak ada hijrah lagi setelah dibukanya Kota Makkah (oleh Rasululloh SAW), yang ada setelah itu adalah jihad (berjuang di jalan Allah) dan niat untuk selalu berbuat baik. Oleh karena itu jika kalian dipanggil untuk berjuang, maka berangkatlah”.

*(HR. Bukhari dan Muslim)*

*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
“Rasulullah saw bersabda :
Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim”  satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
*(HR. At-Tirmidzi)*

Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya
*(HR. Muslim)*

*disalin dari sumber :*

– Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/98/5

– Bab 1, Ikhlas, dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan, ucapan dan keadaan yang Nampak mau pun yang tersembunyi, hal. 29, hal. 31 no. 1, Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005


*Penutup*

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Tinggalkan komentar