Bab 1 : Ikhlas (bagian 1)

*Ayat Hari Ini*
*Al Qur’an Surat Ali Imron Ayat 29 (Q.S 3:29)*

_Bab 1 : Ikhlas, dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan, ucapan dan keadaan yang nampak mau pun yang tersembunyi_


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗوَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ  عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Terjemah :

*Katakanlah, “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan/melahirkannya, Allah pasti mengetahuinya.” Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.*

*Tafsir Kementerian Agama R.I.*

Ayat ini mengingatkan agar tidak seorang pun bersembunyi di balik kata-kata bohongnya untuk mengambil keuntungan pribadi, sebab semua pasti akan terungkap. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, baik berupa ucapan maupun perbuatan, Allah pasti mengetahuinya dan akan membalasnya sesuai dengan apa yang dikatakan dan dilakukannya.” Demikian, karena Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, sehingga dengan kekuasaan-Nya itu Allah mampu mengungkap rahasia hamba-Nya dan membalas segala perbuatannya dengan seadil-adilnya.

Allah mengetahui segala apa yang terkandung di dalam hati seorang Muslim ketika ia mengadakan hubungan yang akrab dengan orang kafir. Apakah karena mereka suka kepada orang kafir itu, atau itu dilakukan karena maksud untuk menyelamatkan diri. Kalau seorang Muslim berbuat demikian karena memang cenderung kepada kekufuran, tentu Allah akan menyiksa mereka. Sedang kalau mereka melakukan itu untuk memelihara diri dan (sementara) hati mereka tetap dalam iman, (maka) Allah akan mengampuni mereka dan tidak akan mengazab mereka atas pekerjaan yang tidak merusakkan agama dan umat.

Allah memberi balasan kepada mereka menurut ilmu-Nya sendiri yang meliputi semua isi langit dan bumi. Pada akhir ayat ini Allah mengatakan bahwa: “Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”. Sebab itu, janganlah kamu berani mendurhakai-Nya. Semua bentuk maksiat, baik yang tersembunyi maupun yang tampak senantiasa diketahui Allah dan Dia berkuasa memberi pembalasan atasnya.

*Hadits disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi*

*Hadits No. 8*

Dari Abu Hurairah Abdurrahman Ibn Shakhr r.a., dia berkata : *”Rasulullah saw bersabda :*

“Sesungguhnya Allah Swt tidak memandang kepada jasad-jasad dan rupa-rupa kamu, akan tetapi Dia memandang kepada hati dan (amal-amal kamu)”
*(HR. Muslim)*

_dari catatan kaki Syekh M. Nashirrudin Al Abani_di Kitab Riyadush Shalihin :

  1. Syekh Al Albani menambahkan kalimat bahwa Allah memandang kepada hati dan amal-amal kamu, setelah melakukan penelusuran hadits Riwayat Muslim lainnya.
  2. Sebenarnya tidak mungkin menggambarkan kesalehan hati kecuali dengan kesalehan amal, dan tidak ada kesalehan amal melainkan dengan kesalehan hati *sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah saw* dengan sangat indah dalam hadirs An-Nu’man Ibn Basyir :” …. Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal darah apabila ia baik maka baik pula jasad secara keseluruhan. Dan apabila ia rusak maka rusak pula jasad secara keseluruhan, ingatlah yaitu hati” (hadits nomor 593)
  3. Berbedanya peringkat ahli surga di surga adalah disebabkan oleh banyak sedikitnya amal saleh. Diantaranya dijelaskan dalam *Firman Allah Swt :* _Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya (Surat Al An’am : QS. 6 : 132). Di *Firman Allah Swt* dalam hadits qudsi : “ …. _wahai hamba-hambaku sesungguhnya itu adalah amal-amalmu, Aku menghitungnya untuk  kamu, kemudian Aku memenuhi balasannya kepada kamu. Barangsiapa mendapatkan baik maka hendaklah memuji Allah ….”. Dan dengan *Firman Allah Swt :* _Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa-apa yang telah kamu kerjakan (Surat An Nahl Q.S. 16 : 32)

*Keutamaan Al Qur’an*

*Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an. Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah Swt.*
Firman Allah Swt : Surat Al Baqarah ayat 185 (QS. 2:185)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Terjemah :
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”

*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
“Rasulullah saw bersabda :
Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim”  satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
*(HR. At-Tirmidzi)*


Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang rajin membacanya
*(HR. Muslim)*

*disalin dari sumber :*

–     Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/3/29

–     Bab 1, Ikhlas, dan menghadirkan niat dalam segala perbuatan, ucapan dan keadaan yang Nampak mau pun yang tersembunyi, hal. 30, hal. 36 no. 8, hal. 36 catatan kaki nomor 39, Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005

*Penutup*

*Penutup*

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Tinggalkan komentar