*Ayat Hari Ini*
*Al Qur’an Surat Asy-Syuro ayat 43 (Q.S 42:43)
_Bab 3 : Sabar (bagian kedua)_
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ࣖ
Terjemah :
*Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan*
*Tafsir Kementerian Agama R.I.*
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang sabar dan memaafkan perbuatan jahat yang dilakukan orang lain atas dirinya, sedangkan ia sanggup membalasnya, itu artinya mereka itu telah melakukan sesuatu yang utama dan mereka itu berhak menerima pahala yang banyak.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki mencaci maki Abu Bakar, sedangkan Nabi saw duduk bersamanya, tersenyum, Begitu banyak caci maki itu sehingga Abu Bakar membalas caci maki tersebut. Kemudian Nabi saw marah dan bangun dari duduknya, lalu Abu Bakar mengikutinya dan berkata, “Ya Rasulullah, dia telah mencaci makiku sedangkan engkau duduk (melihatnya), ketika aku membalas caci makinya engkau marah dan bangkit (meninggalkanku).” Rasulullah saw kemudian menjawab, “Sesungguhnya (ketika engkau dicaci) malaikat ada bersamamu membalas caci maki orang tersebut, namun ketika engkau membalas caci maki itu, hadirlah setan (disitu), maka aku tidak mau duduk bersama setan.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, Ya Abu Bakar, ada 3 hal yang semuanya benar, yaitu:
1. Seorang hamba dianiaya, lalu dia memaafkan penganiayanya itu, maka ia akan dimuliakan Allah dan dimenangkan atas musuhnya.
2. Seorang laki-laki yang memberikan suatu pemberian dengan maksud mengeratkan hubungan silaturahmi akan diberi Allah tambahan rezeki yang banyak.
3. Orang-orang yang minta-minta dengan maksud memperkaya diri akan dikurangi Allah rezekinya.
*Hadits disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi*
*Hadits No. 27*
Dari Abu Said Sa’ad Ibn Malik Ibn Sinan Al-Khudri r.a.,
Bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta kepada Nabi saw, maka beliau pun memberinya. Kemudian mereka meminta lagi dan Nabi saw tetap memberinya, hingga habislah apa yang ada pada beliau. Maka beliau bersabda kepada mereka ketika beliau telah menginfakkan segala sesuatu di tangannya : “Apa saja kebaikan yang ada padaku maka aku tidak akan menimbunnya jauh dari kalian.
- Barangsiapa yang bersikap _iffah_ (tidak meminta-minta) maka Allah akan menjadikannya orang yang bersih
- Barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan menjadikannya kaya dan
- Barangsiapa yang berusaha untuk sabar maka Allah akan menjadikannya seorang penyabar. Tidak ada orang yang diberi karunia paling baik dan paling luas daripada kesabaran
*(HR. Bukhari – Muslim)*
*Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an*
Al-Quran merupakan pedoman hidup seorang muslim, obat dari segala penyakit badan dan hati, dan banyak keistimewaan lainnya. Firman Allah Swt dalam Surat Al Isra ayat 82 (Q.S. 17:82) :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ
Terjemah :
Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman
*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*
Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
“Rasulullah saw bersabda :
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”
*(HR. At-Tirmidzi)*
Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang rajin membacanya”
*(HR. Muslim)*
*disalin dari sumber :*
– Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/42/43
– Bab 3, Sabar, hal. 78, hal. 80 no. 27, Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005
*Penutup*
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.