Bab 3 : Sabar (bagian keempat)

*Ayat Hari Ini*

*Surat Al Baqoroh ayat 155 (Q.S 2:155)*

_Bab 3 : Sabar (bagian keempat)_

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Terjemah :

*Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar*

*Tafsir Kementerian Agama R.I.*

Kehidupan manusia memang penuh cobaan. Dan Allah Swt pasti akan menguji manusia  untuk mengetahui kualitas keimanan seseorang dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Bersabarlah dalam menghadapi semua itu. Dengan ujian tsb, kaum Muslimin menjadi umat yang kuat mentalnya, kukuh keyakinannya, tabah jiwanya, dan tahan menghadapi ujian dan cobaan.

Dan Nabi Muhammad menyampaikan kabar gembira dari Allah Swt kepada orang-orang yang sabar dan tangguh dalam menghadapi cobaan hidup, yakni orang-orang yang apabila ditimpa musibah, apa pun bentuknya, besar maupun kecil, mereka berkata, *Innaa  lillaahi wa innaa  ilaihi rooji’uun (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)*.

Mereka berkata seperti itu untuk menunjukkan kepasrahan total kepada Allah Swt, bahwa apa saja yang ada di dunia ini adalah milik Allah ta’ala; sekaligus menunjukkan keimanan mereka akan adanya hari akhir. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk sehingga mengetahui kebenaran.

*Hadits yang  disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin*

*Hadits No. 34*

Dari ‘Aisyah r.a.,
dia bertanya kepada Rasulullah saw tentang Tha’un (wabah penyakit menular di masa itu).

*Maka Rasulullah saw menjawabnya :*

bahwa ia adalah sebuah adzab yang dikirim oleh Allah kepada orang-orang yang Dia kehendaki; maka Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin, tidak ada seorang hamba yang tinggal di daerah tha’un kemudian dia tetap tinggal di negerinya dengan sabar dan mengharap pahala, serta mengetahui bahwa tidak akan ada yang menimpanya melainkan apa yang telah ditentukan oleh Allah untuknya, kecuali baginya adalah seperti pahala orang yang syahid”

*(HR. Al-Bukhari)

*Hadits No. 40*
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata :

*“Rasulullah saw bersabda :*

“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah, maka Allah akan menimpakan (musibah) kepadanya.”
*(HR. Bukhari – Muslim)*

*Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an*

Pada bulan inilah Al-Qur`an diturunkan oleh Allah Swt, sebagaimana dalam firman-Nya di Surat Al Baqarah ayat 185 (Q.S. 2: 185) :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Terjemah : Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)

*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:
“Rasulullah saw bersabda :
Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim”  satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
*(HR. At-Tirmidzi)*


Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:
“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:
Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang rajin membacanya
*(HR. Muslim)*

*disalin dari sumber :*

– Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/2/155

– Bab 3, Sabar, hal. 77, hal. 91 no. 34, hal. 94 no. 40, , Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005

*Penutup*

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Tinggalkan komentar