Bab 4 : Jujur dan Benar (bagian kedua)

*Ayat Hari Ini*
*Surat At Taubah ayat 119 (Q.S 9:119)*

_Bab 4 : Jujur dan Benar (bagian kedua)_

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Terjemah :

*Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar*

*Tafsir Kementerian Agama R.I.*


Allah Swt menunjukkan seruan-Nya dan memberikan bimbingan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, agar mereka tetap dalam ketakwaan serta mengharapkan ridho-Nya, dengan cara menunaikan segala kewajiban yang telah ditetapkan-Nya dan menjauhi segala larangan yang telah ditentukan-Nya, dan hendaklah senantiasa bersama orang-orang yang benar dan jujur dengan jalan mengikuti ketakwaan, kebenaran dan kejujuran mereka.

Dan jangan bergabung kepada kaum munafik, yang selalu menutupi kemunafikan mereka dengan kata-kata dan perbuatan bohong ditambah pula dengan sumpah palsu dan alasan-alasan yang tidak benar.

Al-Baihaqi meriwayatkan suatu hadis Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, dan kebajikan itu menuntun kepada surga. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun ke neraka. Sesungguhnya seseorang itu berlaku dusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. (Hadis Muttafaq ‘Alaih)

Berdusta selamanya terlarang kecuali bila terpaksa, sebagai tipu muslihat dalam peperangan, atau untuk mendamaikan antara pihak-pihak yang ber-sengketa, atau kebohongan seorang lelaki kepada isterinya yang dimaksud-kan untuk menyenangkan hatinya, misalnya dalam memuji kecantikannya, akan tetapi bukan kebohongan dalam masalah keuangan dan kepentingan kehidupan rumah tangga atau lainnya.

Dalam hal ini *Rasulullah saw telah bersabda:* Setiap kebohongan yang dilakukan oleh seseorang selalu dituliskan sebagai dosanya kecuali bagi seorang yang berbohong sebagai tipu muslihat dalam peperangan, atau kebohongan untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa atau kebohongan yang dilakukan seseorang terhadap isterinya dengan maksud untuk menyenangkan hatinya. (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad, dari Asma binti Yazid)

*Hadits disalin dari Kitab Riyadhus Shalihin – Imam Nawawi*


*Hadits No. 55*

Dari Ibn Mas’ud r.a. , dari Nabi saw, beliau bersabda :

“Sesungguhnya kebenaran itu menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga. Dan sesungguhnya, seseorang itu berlaku jujur (benar) hingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang shiddiq/jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada fujur/amal buruk, dan fujur itu menunjukkan kepada neraka. Dan sesungguhnya seseorang itu berbuat dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta”

*(HR. Bukhari – Muslim)*

*Bulan Ramadhan merupakan bulan Al-Qur`an*

Al-Quran merupakan petunjuk bagi orang yang takwa.

Firman Allah Swt dalam Surat Al Baqarah ayat 2 (Q.S. 2:2) :

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

Terjemah :

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”

*Hadits tentang keutamaan membaca Al Qur’an*

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata:

“Rasulullah saw bersabda :

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim”  satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”

(HR. At-Tirmidzi)

Dari Abu Umamah Al Bahily r.a. berkata:

“Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang rajin membacanya”

(HR. Muslim)

disalin dari sumber :

– Tafsir Kementerian Agama RI – http://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/9/119

– Bab 4, Jujur dan Benar (Shidq), hal. 108, hal. 109 no. 55,  Kitab Terjemah Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi, Takhrij Syekh M. Nashiruddin Al Albani, Penerbit Duta Ilmu, Surabaya, Jilid 1 Cet. Kedua, Oktober 2005

*Penutup*

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanakallahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Tinggalkan komentar